Juz 19
Al-Furqaan 21 — An-Naml 55
Juz 19 Al-Quran, yang diawali dengan kalimat "Wa Qalalladzina" (Dan berkatalah orang-orang yang...), dimulai dari Surah Al-Furqan ayat 21 dan berakhir di Surah An-Naml ayat 55. Juz ini dominan memuat narasi hiburan bagi Rasulullah SAW melalui pengulangan pola sejarah para rasul yang selalu didustakan kaumnya, ditutup dengan pesona kebesaran kerajaan Nabi Sulaiman.
Juz 19 ini terdiri dari 3 surah dan berjumlah sekitar 339 ayat yang dimulai dari urutan surah ke-25 sampai surah ke-27. Anda dapat membaca Juz 19 Al-Quran secara lengkap di bawah ini beserta terjemahan Indonesia dan audio murottal.
Surah ke-25 • 77 ayat • Makkiyah • Ayat 21-77 di Juz 19
Lanjutan surah ini menjelaskan penyesalan mendalam orang zalim di akhirat yang menggigit jarinya karena salah memilih teman. Bagian akhir (ayat 63-77) sangat istimewa karena merinci karakteristik "Ibadurrahman" (Hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih), yaitu mereka yang rendah hati, rajin tahajud, tidak berzina, dan tidak membunuh.
Surah ke-26 • 227 ayat • Makkiyah • Ayat 1-227 di Juz 19
Surah panjang dengan ritme ayat yang pendek-pendek. Menceritakan dialog Musa dan Fir'aun, Ibrahim dengan kaumnya, serta Nabi Nuh, Hud, Luth, dan Syu'aib. Setiap kisah ditutup dengan refrain yang sama: "Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah)...". Surah ini juga membantah tuduhan bahwa Al-Quran adalah syair/mantra buatan manusia.
Surah ke-27 • 93 ayat • Makkiyah • Ayat 1-55 di Juz 19
Paruh awal surah ini mengisahkan mukjizat Nabi Musa (tongkat dan tangan bercahaya). Kisah utamanya berpusat pada Nabi Sulaiman yang mewarisi kerajaan Daud, kemampuannya memahami bahasa semut (ayat 18), inspeksi pasukan burung (Hud-hud), hingga pengiriman surat dakwah ke Ratu Saba (Bilqis).
Kalimat "Bismillahirrahmanirrahim" muncul sebagai isi surat Nabi Sulaiman kepada Ratu Bilqis. Ini terdapat di Juz 19, tepatnya Surah An-Naml ayat 30.
Ibadurrahman adalah gelar kehormatan untuk hamba-hamba Allah yang paling disayangi-Nya. Sifat-sifat mereka dirinci di akhir Surah Al-Furqan (mulai ayat 63 sampai 77).
Untuk membedakan secara tegas antara mukjizat firman Allah (Al-Quran) dengan perkataan para penyair musyrik masa itu yang sering kali hanya mengikuti hawa nafsu dan tidak membuktikan ucapan mereka dengan tindakan (dijelaskan di akhir surah).
Baca surah-surah yang termasuk dalam Juz 19 secara lengkap:
Klik nomor juz di atas untuk membaca Al-Quran per juz