Juz 30
An-Naba 1 — An-Naas 6
Juz 30 Al-Quran, yang sangat masyhur dengan sebutan Juz 'Amma, dimulai dari Surah An-Naba ayat 1 dan berakhir di penutup Al-Quran, Surah An-Nas ayat 6. Juz ini memuat 37 surah pendek yang paling sering dihafal dan dibaca dalam shalat sehari-hari. Fokus utama Juz 'Amma adalah penanaman aqidah dasar, pengingat keras tentang kedahsyatan Hari Kiamat, serta penciptaan alam semesta.
Juz 30 ini terdiri dari 37 surah dan berjumlah sekitar 564 ayat yang dimulai dari urutan surah ke-78 sampai surah ke-114. Anda dapat membaca Juz 30 Al-Quran secara lengkap di bawah ini beserta terjemahan Indonesia dan audio murottal.
Surah ke-78 • 40 ayat • Makkiyah • Ayat 1-40 di Juz 30
Membahas tentang "Berita Besar" (Kiamat) yang diperselisihkan kaum musyrik. Menjelaskan bukti kekuasaan Allah pada alam (gunung sebagai pasak, siang dan malam) dan diakhiri dengan penyesalan orang kafir yang ingin menjadi tanah.
Surah ke-79 • 46 ayat • Makkiyah • Ayat 1-46 di Juz 30
Bersumpah demi malaikat yang mencabut nyawa dengan keras dan lembut. Mengisahkan akhir tragis kesombongan Fir'aun, serta penegasan bahwa Kiamat pasti datang secara tiba-tiba.
Surah ke-80 • 42 ayat • Makkiyah • Ayat 1-42 di Juz 30
Berisi teguran halus Allah kepada Rasulullah SAW yang sempat berpaling dari Abdullah bin Ummi Maktum (sahabat tunanetra yang ingin belajar) karena sedang berdakwah kepada pembesar Quraisy.
Surah ke-81 • 29 ayat • Makkiyah • Ayat 1-29 di Juz 30
Menggambarkan kengerian Kiamat (matahari digulung, bintang berjatuhan, lautan dipanaskan). Juga memuat larangan keras tradisi Jahiliyah mengubur bayi perempuan hidup-hidup.
Surah ke-82 • 19 ayat • Makkiyah • Ayat 1-19 di Juz 30
Menjelaskan langit yang terbelah saat kiamat. Mempertanyakan apa yang membuat manusia durhaka kepada Tuhannya, serta menyebutkan Malaikat Kiraman Katibin (Pencatat Amal).
Surah ke-83 • 36 ayat • Makkiyah • Ayat 1-36 di Juz 30
Ancaman keras (Wail/Celaka) bagi pedagang yang curang dalam takaran dan timbangan. Menyebutkan buku catatan amal orang durhaka (Sijjin) dan orang berbakti (Illiyyin).
Surah ke-84 • 25 ayat • Makkiyah • Ayat 1-25 di Juz 30
Membahas kepatuhan langit dan bumi kepada Allah saat dihancurkan. Menggambarkan dua cara manusia menerima buku amal: dari tangan kanan (hisab yang mudah) dan dari belakang punggung.
Surah ke-85 • 22 ayat • Makkiyah • Ayat 1-22 di Juz 30
Mengisahkan Ashabul Ukhdud (orang-orang beriman yang dibakar hidup-hidup di dalam parit oleh raja yang zalim). Menegaskan bahwa penjagaan Allah atas Al-Quran ada di Lauhul Mahfuz.
Surah ke-86 • 17 ayat • Makkiyah • Ayat 1-17 di Juz 30
Menyebutkan penciptaan manusia dari air yang terpancar (mani) sebagai bukti bahwa Allah sangat mampu membangkitkan manusia kembali setelah mati.
Surah ke-87 • 19 ayat • Makkiyah • Ayat 1-19 di Juz 30
Surah yang sangat sering dibaca Rasulullah pada rakaat pertama Shalat Jumat dan Ied. Membahas penyucian nama Allah dan jaminan bahwa Rasulullah tidak akan lupa pada wahyu yang dibacakan Jibril.
Surah ke-88 • 26 ayat • Makkiyah • Ayat 1-26 di Juz 30
Sering dibaca berpasangan dengan Al-A'la. Memvisualisasikan dua kondisi wajah manusia di akhirat: wajah yang tertunduk hina dan kepanasan, serta wajah yang berseri-seri di surga.
Surah ke-89 • 30 ayat • Makkiyah • Ayat 1-30 di Juz 30
Bersumpah demi waktu Fajar. Mengisahkan kehancuran kaum 'Ad (Iram yang bertiang tinggi), Tsamud, dan Fir'aun. Ditutup dengan panggilan mesra Allah kepada "Nafsul Mutmainnah" (Jiwa yang tenang).
Surah ke-90 • 20 ayat • Makkiyah • Ayat 1-20 di Juz 30
Bersumpah demi Kota Makkah. Menjelaskan bahwa manusia diciptakan dalam susah payah, dan memerintahkan manusia menempuh "Jalan yang Mendaki" (membebaskan budak, menyantuni anak yatim dan orang miskin).
Surah ke-91 • 15 ayat • Makkiyah • Ayat 1-15 di Juz 30
Memuat sumpah beruntun terpanjang di Al-Quran (matahari, bulan, siang, malam, langit, bumi, jiwa). Kesimpulannya: Beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya, dan merugilah yang mengotorinya.
Surah ke-92 • 21 ayat • Makkiyah • Ayat 1-21 di Juz 30
Menegaskan bahwa usaha manusia itu berbeda-beda. Allah akan memudahkan jalan kebahagiaan bagi orang yang dermawan dan bertakwa, serta menyulitkan jalan bagi orang yang bakhil (kikir).
Surah ke-93 • 11 ayat • Makkiyah • Ayat 1-11 di Juz 30
Surah yang turun untuk menghibur Rasulullah yang bersedih karena wahyu sempat terputus (Fatrahtul Wahyi). Berisi larangan menghardik anak yatim dan peminta-minta, serta perintah mensyukuri nikmat.
Surah ke-94 • 8 ayat • Makkiyah • Ayat 1-8 di Juz 30
Sering disebut Surah Asy-Syarh. Janji Allah bahwa "Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan" (diulang 2 kali). Mengajarkan agar setelah selesai satu urusan, kerjakanlah urusan lain dengan sungguh-sungguh.
Surah ke-95 • 8 ayat • Makkiyah • Ayat 1-8 di Juz 30
Bersumpah demi buah Tin, Zaitun, Gunung Sinai, dan Kota Makkah. Menegaskan bahwa manusia diciptakan dalam bentuk sebaik-baiknya (Ahsani Taqwim), namun bisa jatuh ke tempat serendah-rendahnya.
Surah ke-96 • 19 ayat • Makkiyah • Ayat 1-19 di Juz 30
Lima ayat pertamanya (Iqra') adalah wahyu pertama yang diturunkan di Gua Hira. Menekankan pentingnya membaca, ilmu pengetahuan, serta peringatan bagi orang yang menghalangi ibadah shalat (Abu Jahal). Terdapat Ayat Sajdah di akhir.
Surah ke-97 • 5 ayat • Makkiyah • Ayat 1-5 di Juz 30
Menjelaskan keagungan Malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan, yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan, di mana para malaikat turun membawa kedamaian.
Surah ke-98 • 8 ayat • Madaniyah • Ayat 1-8 di Juz 30
Menjelaskan bahwa Ahli Kitab dan musyrikin tidak akan meninggalkan agama mereka sampai datang bukti nyata (Rasulullah). Membagi manusia menjadi Khairul Bariyyah (sebaik-baik makhluk) dan Syarrul Bariyyah.
Surah ke-99 • 8 ayat • Madaniyah • Ayat 1-8 di Juz 30
Menggambarkan gempa bumi dahsyat saat kiamat, di mana bumi mengeluarkan beban beratnya. Menegaskan bahwa amal seberat "Dzarrah" (atom/biji sawi) pun, baik atau buruk, pasti akan dibalas.
Surah ke-100 • 11 ayat • Makkiyah • Ayat 1-11 di Juz 30
Bersumpah demi kuda perang yang berlari kencang memercikkan api. Menegur manusia yang sangat ingkar kepada Tuhannya dan terlalu mencintai harta benda.
Surah ke-101 • 11 ayat • Makkiyah • Ayat 1-11 di Juz 30
Menggambarkan manusia pada hari kiamat beterbangan seperti laron, dan gunung seperti bulu yang dihamburkan. Mengaitkan keselamatan dengan berat atau ringannya timbangan amal kebaikan.
Surah ke-102 • 8 ayat • Makkiyah • Ayat 1-8 di Juz 30
Peringatan bahwa perlombaan mengumpulkan harta dan status (bermegah-megahan) telah melalaikan manusia, sampai mereka masuk ke liang kubur. Diakhiri peringatan bahwa nikmat dunia akan dimintai pertanggungjawaban.
Surah ke-103 • 3 ayat • Makkiyah • Ayat 1-3 di Juz 30
Surah yang merangkum kunci keselamatan manusia. Demi waktu, semua manusia berada dalam kerugian, kecuali yang beriman, beramal saleh, dan saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.
Surah ke-104 • 9 ayat • Makkiyah • Ayat 1-9 di Juz 30
Ancaman Neraka Huthamah (api yang menghancurkan hingga ke hulu hati) bagi orang yang suka mencela, mengumpat, dan menghitung-hitung hartanya karena mengira harta itu mengekalkannya.
Surah ke-105 • 5 ayat • Makkiyah • Ayat 1-5 di Juz 30
Menceritakan sejarah kegagalan Pasukan Gajah pimpinan Abrahah yang ingin menghancurkan Ka'bah, yang kemudian dibinasakan oleh burung Ababil berbekal batu panas (Sijjil).
Surah ke-106 • 4 ayat • Makkiyah • Ayat 1-4 di Juz 30
Mengingatkan Suku Quraisy atas nikmat keamanan dan kemudahan berniaga di musim dingin dan panas, sehingga wajib bagi mereka menyembah Tuhan pemilik Ka'bah.
Surah ke-107 • 7 ayat • Makkiyah • Ayat 1-7 di Juz 30
Menjelaskan ciri pendusta agama: menghardik anak yatim, tidak memberi makan orang miskin, shalat karena riya (ingin dipuji), dan enggan menolong dengan barang berguna.
Surah ke-108 • 3 ayat • Makkiyah • Ayat 1-3 di Juz 30
Surah terpendek dalam Al-Quran. Berisi penghiburan bagi Nabi bahwa ia diberi Telaga Kautsar, serta perintah mendirikan shalat dan berkurban.
Surah ke-109 • 6 ayat • Makkiyah • Ayat 1-6 di Juz 30
Deklarasi mutlak toleransi dan ketegasan aqidah: tidak ada kompromi mencampuradukkan ibadah antara Islam dan kaum musyrik ("Untukmu agamamu, dan untukkulah agamaku").
Surah ke-110 • 3 ayat • Madaniyah • Ayat 1-3 di Juz 30
Turun di akhir hayat Rasulullah SAW. Berisi kabar gembira atas "Fathu Makkah" (Penaklukan Makkah) dan berbondong-bondongnya manusia masuk Islam, diiringi perintah bertasbih dan beristighfar.
Surah ke-111 • 5 ayat • Makkiyah • Ayat 1-5 di Juz 30
Juga dikenal sebagai Surah Al-Masad. Berisi kutukan langsung kepada paman Nabi (Abu Lahab) dan istrinya (pembawa kayu bakar) yang akan binasa di dalam neraka yang bergejolak.
Surah ke-112 • 4 ayat • Makkiyah • Ayat 1-4 di Juz 30
Sering disebut "Surah Tauhid". Menegaskan keesaan mutlak Allah (Ahad), tempat bergantung (Ash-Shamad), tidak beranak, tidak diperanakkan, dan tiada yang setara dengan-Nya. Pahalanya setara membaca 1/3 Al-Quran.
Surah ke-113 • 5 ayat • Makkiyah • Ayat 1-5 di Juz 30
Bersama An-Nas disebut "Al-Mu'awwidzatain". Berisi doa permohonan perlindungan kepada Tuhan penguasa subuh dari kejahatan makhluk, kegelapan malam, penyihir (yang meniup buhul), dan orang dengki.
Surah ke-114 • 6 ayat • Makkiyah • Ayat 1-6 di Juz 30
Surah penutup Al-Quran. Doa memohon perlindungan kepada Tuhannya manusia, Rajanya manusia, Sesembahannya manusia, dari bisikan (was-was) jin dan manusia yang bersembunyi di dalam dada.
Disebut Juz 'Amma karena juz ini diawali dengan lafaz "‘Amma yatasā'alūn" pada ayat pertama Surah An-Naba'.
Mayoritas iya, namun ada tiga surah yang disepakati sebagai Madaniyah (turun setelah hijrah), yaitu Al-Bayyinah, Az-Zalzalah, dan An-Nasr.
Surah Al-Ikhlas (Qul huwallahu ahad) karena esensi isinya mencakup sepertiga pokok ajaran Al-Quran, yaitu murni tentang Tauhid.
Al-Mu'awwidzatain (Dua surah perlindungan) adalah sebutan untuk dua surah penutup Al-Quran, yakni Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas, yang diajarkan untuk meruqyah/melindungi diri.
Baca surah-surah yang termasuk dalam Juz 30 secara lengkap:
Klik nomor juz di atas untuk membaca Al-Quran per juz